Site Overlay

Cerita Nyonyorino Dari Awal Sampai Berada Pada Wadah Keilmuan Tentang Jelajah Diri (Bagian 2)

GetarAtas.com | Adaptasi dengan budaya yang berbeda, dibanding dengan perusahaan sebelumnya membuat saya cukup banyak mempelajari karakter orang yang berbeda lagi. Budaya peraturan dan kedisiplinan yang tinggi dan berbeda dari sebelumnya, juga membuat saya bisa keluar masuk rumah sakit.

Kembali saya berpikir saya hanya bekerja di balik meja buat pembukuan dan laporan keuangan, tapi kenapa saya begitu lelah ya?

Saat itu saya masih tetap diminta untuk mengisi ceramah pengajian dan motivasi baik di pabrik maupun di luar pabrik. Sampai suatu ketika saya ikut sekolah di Tantowi Yahya Public Speaking School dan bertemu dengan guru hebat bernama bapak Tubagus Wahyudi seorang pakar hipnotis.

Beliau buka kelas gratis setiap malam untuk anak-anak yang mau belajar tentang pikiran bawah sadar, KAHFI Class namanya. Akhirnya saya mendaftarkan diri dan masuk dalam kelas Ustadz, untuk mempelajari pikiran bawah sadar. Saat itu kelas Ustadz baru angkatan pertama, sedangkan regulernya baru angkatan ke 2.

Disanalah saya belajar lebih banyak ilmu tentang manusia, dengan kekuatan pikiran yang memahami pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, hipnosis dan NLP sebagai ilmu dasar. Saya semakin kenal diri saya dan manusia pada umumnya.

Tidak hanya dari pak Tubagus Wahyudi saya belajar ilmu. Saya pun mendapatkan pembelajaran dari seorang guru yang bernama pak Fir’aun. Ilmu yang kudapatkan dari beliau adalah ilmu hikmah dalam memahami manualnya manusia.

Sekitar 7 bulan saya belajar disana hingga lulus, dan selama itu saya mendapatkan kesempatan mendampingi pak Tubagus dalam acara di stasiun TV yang saat itu bernama TPI. Ada beberapa episode, dalam program acara “Tensi Tinggi” dan “Bawah Sadar”. Saat itu hanya 7 orang yang diberikan kesempatan terlibat bersama beliau, dan kami di berikan gelar sertifikasi CHC, Certified Hipno Communication oleh beliau.

Tahun 2008 akhir, saya keluar kantor dari perusahaan Jepang itu. Proses perjalanan selanjutnya saya menjadi ustadz dan motivator menyampaikan materi pengembangan diri.

Awal tahun 2010 saya membentuk lembaga pelatihan sendiri bernama D’KOPI Center (Dakwah & Komunikasi Pikir). Selama proses mempelajari tentang konsep diri, akhirnya saya diperkenalkan oleh sahabat saya Rono Jatmiko dengan konsep STIFIn di tahun 2011.

Konsep ini melengkapi proses penjelajahan diri saya dalam memahami diri, hingga memahami orang lain diluar diri saya. Mulai dari saya kecil hingga berkeluarga, konsep STIFIn menjawab banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul saat proses penjelajahan diri saya sejak dulu.

Akhirnya saya dalami konsep ini, belajar dari guru ayah Farid Poniman langsung sang penemu konsep STIFIn. Saya mengikuti semua workshop awal untuk menjadi seorang promotor, sampai akhirnya saya membuka cabang Depok.

Saya pun belajar dengan kek Jamil Azzaini dalam komunitas akademi trainer yang saat itu masih bernama I2Move (Indonesia Inspiring Movement). Saya mengikuti TBNC Trainer Booth Camp & Contest angkatan ke-7, dan dari 40 peserta saya terpilih menjadi runerup diangkatan itu dalam kontes trainer saat itu.

Kemudian melanjutkan lagi saya belajar di KuBik Leadership, ada program SMTN yang saat ini berganti nama menjadi TEMPA, saya masuk di angkatan ke-3. Dari sanalah saya menerbitkan buku pertama saya “Komunikasi Hati”, saya mencoba menyelami ke sumber manusia terdalam dari dasarnya Hati.

Bersamaan buku pertama saya yang mulai masuk ke gramedia, maka cobaan hidup saya semakin besar untuk mengendalikan metronom hati. Sampai saya menyadari, ternyata terlalu naif saya masuk dalam rana hati. Karena itu hak dan kuasa Allah yang membolak balikkan hati, bukan manusia.

Kemudian di tahun 2014 saya diminta kemendikbud direktorat pendidikan dan pembinaan keluarga. Semua permasalahan hidup di awali dari dalam keluarga sampai dengan penyelesaiannya pun dari dalam keluarga.

Lalu buku kedua saya berbicara masalah parenting yang berjudul “Pelangi hati untuknya”. Lalu kemudian saya menerbitkan buku ketiga bersama dengan 15 trainer, buku yang dibuat berdasarkan pesonality genetik diperuntukan untuk pengiat STIFIn dan promotor STIFIn.

Lalu saya diminta untuk menulis materi Public Speaking, berdasarkan Konsep personality Genetik. Dalam proses berjalan, akhirnya saya terpanggil untuk memberikan pemahaman tentang diri manusia kepada banyak orang. Pemahaman dengan konsep materi yang saya buat, dan konsep ini saya beri nama “Jelajah Diri”.

Semua keinginan dan masalah-masalah yang saya alami sejak dulu sampai dengan saat ini, membuat saya merasa wajib untuk berbagi keilmuan tentang Jelajah Diri ini. Berbagi kepada semua orang yang mengaku manusia, mulai dari yang sudah berusia 14 tahun.

Banyak fase kegalauan dan pencarian jati diri mereka, sampai mereka tau dirinya dan tau siapa Tuhannya. Sehingga mereka bisa menjadi motivator terhadap dirinya sendiri, karena motivator hebat adalah diri kita sendiri bukan orang lain.

Konsep mengenal diri dalam materi Jelajah Diri, adalah hal yang sangat mendasar dari setiap pengembangan ilmu lainnya. Menghantarkan manusia menjadi manusia yang tau diri dan bisa meraih sukses mulia kehidupannya.

Nyonyorino
Penjelajah Diri

Nyonyorino

Author: Nyonyorino

Founder Getar Atas Management dan Jelajah Diri. Sang Penjelajah Diri yang juga si Perasa. Konsultan Jelajah Diri untuk kebutuhan Personal seseorang, Pasangan Pranikah, Pasangan Suami Istri, Orang Tua dengan Buah Hatinya, dll. Biasa juga diminta untuk mengisi pengajian dan memberikan motivasi & insirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *