Site Overlay

Ada 4 Hal Yang Membuat Saya Memilih Jelajah Diri Menjadi Konsen Saya.

GetarAtas.com | Saya ingin bercerita tentang alasan saya memilih dan membentuk Jelajah Diri, dengan harapan semakin banyak orang yang mengenal dirinya. Tidak hanya mengenal dirinya, tetapi juga mengenal siapa orang-orang yang ada disekitar kita.

Pertama, saya terlahir menjadi anak bontot dari empat bersaudara yang dikenal sebagai anak yang manja. Secara penilaian luar, saya adalah anak yang lemah, cengeng dan tidak mampu untuk hidup sendiri. Karena hal inilah saya semakin ingin tau siapa diri saya, apa iya anak yg suka menangis itu lemah.

Saat itu memang saya dianggap anak yang sensitif dan mudah tersinggung. Kemudian saya melihat ada anak yang se-usia saya yang juga sama-sama anak bontot, kok dia lebih mandiri, jarang menangis dan sangat tegas.

Dari sanalah ketidaktahuan tentang diri, menjadi landasan pertama dalam proses mendisain diri, karena setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Jika saat itu saya melihat kelemahan saya, lantas akan terlihat jelas itu menjadi kekuatan anak lain, tetapi jika saya mengetahui diri saya ternyata saya mempunyai kelebihan yang menjadi kekuatan saya dan itu ternyata kelemahan bagi anak lain.

Karena itulah apa yang saya rasakan saat itu, terjadi juga saat ini kepada banyak anak atau orang yang tidak dimengerti oleh orang tuanya. Terutama saat orang tuanya membanding-bandingkan kelebihan anak lain dengan kelemahan anaknya sendiri.

Jika seorang anak dan orang tua tidak saling memahami satu sama lain, maka akan terjadi permasalahan di dalam keluarga. Antara orang tua dan anak yang tidak saling memahami.

Kedua, saat orang tua saya menganjurkan saya untuk kuliah di ekonomi akuntansi. Lalu saya kuliah di universitas trisakti jakarta mengambil jurusan akuntansi. Itu saya lakukan karena saran orang tua dan kata teman bahwa akuntansi adalah pekerjaan yang banyak dibutuhkan disemua perusahaan.

Sebelum lulus, saya bekerja di kantor akuntan publik untuk memperkuat potensi saya sesuai jurusan kuliah yang diambil tadi. Pagi hari saya bekerja dan kuliah di sore harinya, saya jalankan itu hingga lulus pada tahun 2002. Kemudian saya langsung bekerja di perusahaan Wahana Garuda Purnakarya, salah satu perusahaan yang didirikan oleh dana pensiun Garuda Indonesia sebagai tenaga accounting.

Awalnya saya pikir saya enjoy karena pekerjaan saya sesuai jurusan, ternyata saat saya jalankan ada ketidak nyamanan, lelah dan selama saya bekerja saya sering sakit dan beberapa kali dirawat. Pekerjaan yang tidak sesuai dengan diri, akan berdampak pada kesehatan.

Hal ini membuat saya semakin ingin kenal diri saya lebih dalam dan menemukan profesi yang “Gue Banget” itu seperti apa? Disadari atau tidak, banyak sekali saat ini orang yang bekerja tidak berdasarkan passionnya.

Ketiga, saat saya menikah. Sewaktu masa saya menjalin hubungan dengan calon Istri, saya menganggap kami berdua adalah pasangan yang serasi dan saling memahami.

Tetapi saat kami sudah menikah, ternyata ada hal yang kita belum saling mengenal satu sama lain. Bahkan terjadi konflik yang masing masing ingin di fahami dan dimengerti.

Maka keributan dengan pasangan berdampak kepada anak-anak, dan juga berdampak kepada pekerjaan.

Dari kondisi yang saya alami inilah, yang membuat saya terus mencoba menjelajahi untuk mengenali diri sendiri. Saya meyakini dalam konsep kehidupan akan selalu ada keinginan dan juga masalah yg kedua duanya saling berkaitan. Seperti keinginan kita maunya seperti ini, sedangkan pasangan atau orang lain maunya yang berbeda dengan itu, perbedaan ini yang kerap menimbulkan masalah yang baru.

Ketika saya menanyakan kepada orang yang berhasil mengajar istri dan menjadi suami yang baik, saya coba terapkan didalam keluarga saya. Kok nggak bisa ya? Tidak semudah beliau.

Lalu saya ambil kesimpulan ternyata seseorang punya cara yang berbeda sesuai dengan keberadaan terbaik yg berbeda.

Keempat, setelah saya menjadi orang tua yang sampai saat ini mempunyai lima anak (satu anak sudah meninggal). Dari keempat anak saya yang masih hidup bersama saya ini, ternyata masing-masing memiliki cara sifat dan karakter yang berbeda. Ketika saya tidak kenal diri saya dan siapa anak-anak saya maka perlu tenaga lebih untuk membimbing dan mendidik mereka.

Banyaknya kenakalan-kenakalan remaja, banyaknya perceraian, banyaknya orang yang galau mau kerja dimana dan banyak lagi masalah kehidupan itu semua didasari karena ketidak fahaman dirinya.

Manusia yang hidup, memiliki banyak keinginan dan berbanding lurus dengan masalah-masalah yang akan dihadapi. Manusia juga memiliki level diri, mulai dari personality hingga spirituality.

Sehingga ketika saya sudah tau diri, saya akan tau potensi, saya akan tau dengan siapa saya harus berkolaborasi, dan saya tau bahwa saya punya Tuhan yang akan selalu mengawasi.

Nyonyorino,
Penjelajah Diri

Nyonyorino

Author: Nyonyorino

Founder Getar Atas Management dan Jelajah Diri. Sang Penjelajah Diri yang juga si Perasa. Konsultan Jelajah Diri untuk kebutuhan Personal seseorang, Pasangan Pranikah, Pasangan Suami Istri, Orang Tua dengan Buah Hatinya, dll. Biasa juga diminta untuk mengisi pengajian dan memberikan motivasi & insirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *